Sejarah dan Perkembangan
Alat Pelindung Diri
Merupakan fakta yang tak dapat disangkal, walaupun terasa menyedihkan dan sekaligus memalukan, bahwa sejarah peradaban umat manusia sarat dipenuhi pertikaian, dan peperangan!
Salah satu contoh noda sejarah dunia yang paling kelam adalah terjadinya Perang Dunia Kedua. Siapa yang tidak kenal perang besar itu?! Yang telah menelan korban hingga 70 juta jiwa manusia. Selain perang besar pada pertengahan abad ke 20 itu, mungkin anda juga pernah mendengar Perang Napoleon yang memakan korban hingga 7 juta orang! Atau Perang Persia, yang berlangsung pada akhir abad ke 4 sebelum Masehi, antara Tentara Macedonia dengan Kekaisaran Persia atau mungkin perang legendaris yang dikenal sebagai Perang Troya. Yaitu antara Kerajaan Troya melawan gabungan dari seluruh pasukan dan tentara dari daratan Yunani…
Dari semua contoh di atas, bisa kita simpulkan bahwa perang selalu menelan korban jiwa yang tidak sedikit! Baik pihak yang keluar sebagai pemenang, maupun pihak yang dikalahkan, tak perlu diperdebatkan, bahwa umumnya pihak yang kalahlah yang menderita lebih banyak korban.
Di dalam setiap peperangan, tentu semua pihak ingin keluar sebagai pemenang, dan salah satu faktor yang seringkali dianggap sangat menentukan dalam memenangkan sebuah pertempuran, adalah banyaknya jumlah pasukan!
Lantas, apa yang terjadi, jika jumlah pasukan musuh jauh lebih besar ketimbang pasukan sendiri? Apakah pihak yang memiliki jumlah pasukan lebih sedikit pasti akan menderita kekalahan? Ternyata jawabannya: “Belum Tentu!” Buktinya adalah Perang Persia, dimana 300 Pasukan Elit Macedonia (baca: Masedonia) berhasil menahan ratusan ribu Pasukan Persia.
Nah, di manakah letak keunggulan Pasukan Macedonia?! Hmm, inilah fakta rahasia di balik keunggulan Pasukan Macedonia. Di samping dukungan strategi perang serta kondisi fisik yang prima , ternyata Pasukan Macedonia sudah dilengkapi dengan perlengkapan perang mutakhir, dalam ukuran kondisi saat itu! Berupa pelindung tubuh, yang bisa melindungi pasukan dari kemungkinan terluka akibat terkena senjata musuh, ataupun oleh hantaman proyektil. Alat pelindung itu di kemudian hari sering disebut Baju Zirah.
Baju Zirah atau dalam bahasa Inggris disebut Armour (baca: armor) mengandung arti seperangkat “pakaian” yang umumnya digunakan untuk melindungi diri dalam peperangan! Sehingga sebutan “baju” sesungguhnya kurang tepat.
Baju Zirah terdiri dari beberapa perangkat bagian, seperti pelindung dada,punggung dan perut (Kevlar), pelindung kepala dan leher (helm) hingga pelindung paha,betis kaki, lengan dan telapak tangan. Ada juga Baju Zirah yang dilengkapi dengan perisai untuk menangkis senjata.
Baju Zirah sebenarnya bukan merupakan ”barang baru” yang dikenal dalam dunia kemiliteran. Dari penelusuran yang pernah dilakukan, Baju Zirah tertua di dunia bahkan berasal dari masa sebelum masehi.
Sekarang mari kita lihat perkembangannya satu – persatu.
Pada awalnya Baju Zirah dibuat dari bahan serupa kain yang sangat tebal, umumnya dari bulu binatang, seperti yang banyak digunakan oleh manusia purba saat pergi berburu atau berperang. Tentu saja baju seperti itu hanya mampu menahan luka akibat serangan atau goresan ringan! Bukan tebasan atau tusukan langsung dalam kekuatan yang besar.
Seiring dengan perjalanan waktu dan ditemukannya teknologi peleburan logam, maka pembuatan Baju Zirah pun mengalami perkembangan. Mulai diperkenalkan Baju Zirah yang dibuat dari untaian cincin besi yang saling dikaitkan dan dijalin, sehingga membentuk baju. Baju Zirah semacam ini disebut Hauberk dan banyak ditemukan pada penggalian situs – situs sejarah peninggalan Bangsa Celtic (baca: Keltik) yang umumnya bermukim di Eropa Utara, seperti Finlandia, Islandia dan Norwegia. Bangsa Celtic ini sering juga disebut Bangsa Viking.
Keunggulan Baju Zirah Bangsa Celtic ini adalah fleksibilitas/keluwesannya (tidak kaku), karena dibuat dari jalinan cincin. Namun justru karena fleksibilitasnya, Baju Zirah semacam ini sangat rentan terhadap tusukan atau tebasan yang kuat! Selain itu juga tak mampu menahan pukulan benda tumpul, seperti gada atau palu godam! Maka kemudian, dikembangkan meodel Baju Zirah yang lain.
Baju Zirah yang dikembangkan pada masa berikutnya terlihat mirip sisik trenggiling. Umumnya sisik – sisik itu dibuat dari potongan logam berbentuk segi empat, segi enam, atau bulat. Logam – logam itu dijahit saling menumpuk di atas sepotong kulit. Baju Zirah semacam ini sangat populer digunakan oleh Tentara Tiongkok Kuno, Mongolia, Persia dan Bizantium (sekarang Turki). Model Baju Zirah ini sangat terkenal karena kuat dalam menahan berbagai senjata(kecuali serangan atau tusukan senjata yang mengarah ke atas). Karena keunggulan itu, model Baju Zirah seperti itu diadaptasi oleh Pasukan Romawi saat Pemerintahan Kaisar Nero.
Dari antara semua Baju Zirah yang pernah dibuat, ada satu macam yang sangat terkenal, yaitu Baju Zirah yang digunakan di Dataran Eropa.
Para penggemar film – film kolosal, tentu tidak asing lagi dengan nama Joan of Arc dari Perancis atau King Arthur (Raja Arthur) dari Inggris. Pernahkah anda perhatikan bahwa kedua tokoh tersebut selalu mengenakan Baju Zirah?
Baju Zirah yang dikenakan Ksatria Eropa pada abad pertengahan (dikenal juga sebagai masa Medieval (baca: Medifel), yaitu sekitar abad 5 – 15 Masehi) dibentuk dari lempeng logam. Pada masa itu, Daratan Eropa memang dilanda berbagai masalah dan peperangan , mulai dari serangan Kerajaan Ottoman (sekarang Turki), seranagn Tentara Kubilai Khan dari Mongolia, dan sebagainya. Oleh karena tingginya konflik saat itu, senjata dan alat pertahanan pun berkembang dengan sangat pesat! Salah satunya adalah Baju Zirah model lempeng logam ini.
Dilihat sekilas, Baju Zirah ini sangat kuat! Karena terbuat dari besi, dan dapat menutupi seluruh tubuh si pemakai, sehingga aman terhadap luka, akibat serangan senjata musuh (bahkan beberapa ksatria juga melengkapi kuda tunggangannya dengan Baju Zirah). Namun ada suatu hal yang cukup mengganggu! Yaitu beratnya! Baju Zirah yang lengkap, beratnya dapat mencapai 30 Kilogram! Hal ini tentu saja sangat mengganggu gerakan si pemakai yang umumnya membutuhkan gerakan cepat dan gesit di medan pertempuran.
Gerakan yang cepat dan gesit merupakan hal yang sangat penting dalam pertempuran! Baju Zirah yang dibuat dari lempeng logam memang memilik kemampuan yang baik dalam menahan senjata lawan. Namun, disamping keunggulan itu, bobotnya ternyata juga sangat menghambat gerak pasukan.
Sekali lagi alat pelindung pun mengalami perkembangan.
Pada pertempuran modern sekarang ini, alat pertahanan seperti Baju Zirah abad pertengahan itu, sudah bukan lagi merupakan pilihan yang tepat. Namun mempertahankan diri, tetap menjadi hal yang sangat penting! Para ilmuwan abad 20 melihat, bahwa besi dan baja merupakan pilihan yang baik untuk membuat bahan yang tahan terhadap serangan senjata musuh. Namun, bobot yang menjadi kendala perlu mendapat perhatian utama.
Para ilmuwan yang memiliki banyak ide “aneh”, dengan dukungan kemajuan teknologi serta kreativitas tinggi akhirnya berhasil mengembangkan alat pertahanan yang hebat dan memiliki kecepatan tinggi.
Dari otak dan tangan ilmuwan seperti itulah tercipta sebuah alat tempur yang kuat, tahan terhadap serangan senjata, memiliki kecepatan tinggi dan sangat menakutkan. Alat tersebut disebut Kendaraan Lapis Baja.
Kendaraan Lapis Baja atau kita kenal dengan sebutan Tank adalah alat tempur yang dikembangkan oleh ilmuwan Austria pada sekitar tahun 1911. Kendaraan itu muncul dan digunakan pertama kali dalam Perang Dunia Pertama oleh Kekaisaran Prussia (sekarang Jerman) untuk menghadapi serangan Tentara Sekutu. Walaupun Kekaisaran Prussia pada akhirnya menyerah pada Sekutu, namun terbukti di lapangan, bahwa kehadiran Kendaraan Lapis Baja sangat membantu dalam medan pertempuran. Di kemudian hari, Jerman memproduksi Tank secara besar – besaran untuk menghadapi Sekutu dalam Pernag Dunia Kedua. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan Pernag Dunia Kedua menelan korban jiwa yang sangat besar!
Sebagai calon ilmuwan masa datang, kita semua ikut menentukan masa depan dunia, lho!
Jadi, bijaksanalah dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang kita peroleh. Bangunlah dunia yang tenteram dan penuh keindahan agar kita semua bisa nyaman menghuninya.
Ditulis dan diedit oleh : 23z4
Sumber : Kuark





bagus-bagus hasil yang bagus loe emang calon ilmuan jenius seperti albert enstein
ehe…he…he… ya gitu deh
Hello fathir
ini aditya, good jobs
kamsia adit
alamat blogmu apaan
Nama blogku
401ty40122.wordpress.com
Oh iya eno
Aku ikut olimpiade fisika lo
doa-in ya supaya bisa menang